MENGENAL LEBIH SOSOK BELVARA

Pengangkatan 7 staf khusus presiden milenial pada tanggal 22 November 2019. Salah satunya adalah Adamas Belva Syah Devara, alumnus bergelar ganda dari Harvard University dan Stanford University ini dikenal sebagai Pendiri dan Direktur Utama (CEO) dari perusahaan startup di bidang pendidikan dan teknologi terbesar di Indonesia, Ruangguru. Pada tahun 2017

Pria kelahiran 30 Mei 1990 ini Pada tahun 2007, Belva terpilih menjadi salah satu dari delapan siswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Singapura untuk melanjutkan studinya ke Nanyang Technological University, Singapura, salah satu institut teknik terbaik di Asia. Selama kuliah, Belva mendapatkan banyak prestasi akademis dan berhasil masuk pada Double Dean’s List, dalam program studi Ilmu komputer maupun Bisnis. Pada tahun 2009, ia terpilih oleh universitas untuk ikut serta dalam program pertukaran pelajar ke University of Manchester, Inggris.

Puncaknya pada tahun 2011, Belva berhasil meraih tiga medali emas prestisius dari Nanyang Technological University, Lee Kuan Yew Gold Medal, (penghargaan tertinggi bagi mahasiswa di universitas), Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal (penghargaan bagi peraih nilai akademis tertinggi di program studi Ilmu komputer), dan Accenture Gold Medal (penghargaan bagi peraih nilai akademis tertinggi di program studi Bisnis).

Dengan prestasi yang banyak ternyata tak secemerlang karirnya di pemerintahan sebagai staff khusus presiden, tepat di tanggal 21 April 2020 Belva mengundurkan diri sebagai Staf khusus. Pengunduran diri Belva ini terkait polemik Ruangguru dan Kartu Pra Kerja. Belva selaku CEO Ruangguru dinilai memiliki konflik kepentingan terkait keterlibatan perusahaannya dalam program pemerintah.

“Ini dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19,” ucap Belva lewat keterangan tertulis pada Selasa, 21 April 2020.

Fahmid:

This website uses cookies.